Perjuanganku menggapai FK



Sebelumnya, tepatnya kemarin, aku baru saja membuat blog ini, dan telah membuat postingan pertamaku yang berjudul 'Pembukaan'. Nah, pada kesempatan kali ini, sesuai janjiku, aku ingin berbagi kisah dengan kalian, tentang perjuanganku untuk menjadi mahasiswa di fakultas kedokteran di suatu PTN di dalam negeri tentunya.

Mungkin aku harus mulai dari 'apa alasanku begitu ingin menjadi mahasiswa kedokteran?'
Yang jelas, dahulu semasa kecil, aku tidak pernah bercita-citamenjadi seorang dokter, dulu aku ingin menjadi seorang astronot. Karena dulu, imajinasiku sangat tinggi, aku membayankan betapa senangnya bisa pergi ke luar angkasa, mendarat di bulan, atau bahkan di planet lain. Tetapi, itu hanyalah hayalan seorang anak kecil yang belum mengerti apa-apa. Makin bertambah usia, aku lebih tertarik untuk menjadi seorang ilmuwan. Tetapi menurut salah satu sumber yang ku baca, ilmuwan bukanlah yang menciptakan suatu benda, karena yang melakukan itu adalah seorang engineer, jadi mungkin selama itu, aku salah jika berpikir ilmuwan adalah orang yang membuat alat-alat, seperti robot, atau apapun. Lalu aku berpikir, apa berarti aku harus menjadi engineer? - sontak hati kecil menolak, 'ah kamu kan merakit mobil tamiya saja tidak bisa man boisa jadi engineer'.
Lalu hal apa ya yang cocok untukku? Dari SD aku memang menyukai pelajaran MIPA, dan waktu MTs aku ternyata jatuh cinta terhadap biologi, rasanya menyenangkan mempelajari berbagai makhluk hidup, hingga aku sampai di suatu bab yang membahas penyakit, aku pelajari betul-betul dari buku yang ku beli, apa penyebabnya, apa gejalanya, masa inkubasinya, apakah mematikan. Dan aku sangat senag ketika, mendapat bagian presentasi tentang hal itu, guruku juga memberiku amanah untuk membuat PPT tentang hal-hal lain seputar IPA terutama di biologi.

Dari situ aku berpikir, bagaimana jika aku menjadi seorang dokter. Aku mulai mencari-cari seputar dokter, namun kala itu aku tidak tahu jika dokter haruslah menjadi seorang dokter umum terlebih dahulu sebelum dapat lanjut ke spesialis. Aku mendapat saran dari kakakku untuk menjadi dokter spesialis penyakit dalam. Alasannya ia bilang bahwa seorang internist akan selalu dibutuhkan di rumah sakit manapun. Nah waktu itu sih aku langsung buka PPDS ( Program Pendidikan Dokter Spesialis) di FKUI. Ya dulu aku hanya tau itu saja hehe...

Karena aku ingin menjadi seorang dokter, jadi aku haruslah masuk SMA jurusan MIPA, lagipula mungkin aku tidak akan kuat jika harus di kelas IPS hehe...  Nah akhirnya aku sekolah di SMAN 94 Jakarta di kelas X MIPA 3, dan kelas ini menjadi kelasku selama aku SMA, karena di sekolahku tidak ada yang namanya pindah kelas setiap kenaikkan. Awal masuk, aku merasa menjadi yang paling bodoh di kelas, itu ku rasakan ketika guru matematikaku menyuruh kami satu persatu maju ke depan untuk mengerjakan soal yang diberikan, Mungkin standar pendidikan di SMP dengan MTs berbeda, karena juga mendalami ilmu-ilmu agama, atau hanya cuma prediksiku saja hihihi...
Akhirnya aku mencoba bertanya kepada Siti dan Wika, dan aku mulai mengerti. dan akhirnya saat pekan ulangan aku dan Siti dipanggil Pak Mul, karena hanya nilai kami yang bagus di kelas.
Aku menjadi makin terpacu untuk terus meningkatkan potensiku, kalau secara keseluruhan yang menjadi sainganku adalah Mutiara dan Maharanti, dan benar saja ketika awal semester satu, aku mendapat peringkat pertama, Mutiara kedua dan Anti di posisi ketiga.
Aku menargetkan tidak boleh sampai kalah dengan mereka, karena yang ku tahu volume otak pria lebih besar sedikit dari wanita, jadi aku yakin jika ku bersungguh-sungguh bisa terus menglahkan mereka hihihi (tawa kunti). 

Suatu ketika seorang guru yang mengolah data nilai kami memberitahu bahwa SNMPTN dapat diraih apabila nilaimu selalu meningkat, oke secara keseluruhan nilaiku selalu meningkat, tapi secarapermapel tidak, bahkan pernah anjlok dari nilai biologiku di semester 4 mendapat 97, di semester 5 malah menjadi 83, seorang temanku bilang bahwa itu disamaratakan, adasih yang berbeda, tapi itupun malah 82. Mungkin saat itu sedang ada suatu urusan, tetapi yasudahlah, aku yakin bahwa Allah maha adil, apapun yang terjadi, itu yang terbaik :). Aku juga pernah bilang ke beberapa guru, bahw aku ingin masuk kedokteran, tetapi ada satu orang guru yang skeptis dengan hal itu, oke aku juga sebenarnya agak skeptis bahwa aku bisa lolos di SNMPTN, which is jurusan yang ku pilih adalah jurusan terfavorit di setiap universitas, bahkan mungkin bukan cuma di Indonesia.
Sudah mendekati masa-masa pendaftaran SNMPTN, aku dihadapi kegalauan yang luar biasa. Kenapa? Hal ini sebenarnya sangat lumrah dialami kita sebagai anak kelas 12 yang ingin melanjutkan kuliah. Ya, bingung bagaimana cara mengatur strategi pemilihan jurusan. Oiya sebelumnya kau belum cerita ya, bahwa aku sebenarnya sudah menyiapkan SBMPTN, dengan zenius Xpedia dan juga les di NF hehe... nah dari kedua itu aku jadi mendapat bayangan tuh bakal kuliah dimana yang kira-kira memang bisa aku gapai hehehe... Nah, kalo dari zenius sih aku susun strategi dari blognya zenius nih yang ini LIMA KESALAHAN UMUM YANG BUAT SISWA GAGAL DAPET UNIV sama yang ini nih penting banget buat kalian baca GIMANA CARANYA MEMAKSIMALKAN PELUANG SNMPTN nah dari dua postingan itu, aku baca berulang-ulang kalau-kalau aku lupa hehehe, nah kalo dari NF sendiri yang ngebantu banget buat SNMPTN nya itu ya MBPJ (Matriks Bantu Pemilihan Jurusan), nah dari situ kita punya bayangan, kalo nilai segini bisanya dimana ya...
Nah tapi awal-awal sih aku masih tetap bingung tuh, which is aku dulu sering banget ke UI buat seminar, lomba atau event lainnya. Aku dulu sempet berpikiran kayak kebanyakan orang 'Yang penting gw dapet UI, jurusan apapun kek'. Aku gabisa salahin orang yang punya pendirian begini ya, tapi kalau boleh saran sih, ya karena dulu aku juga sempet begitu, aku mulai mikir, bukannya kuliah itu harus dijalani sepenuh hati? bukan karena gengsi soal univ kan? Nah dari situ aku punya pendirian, passion ku ada di FK, aku harus tembus FK, tapi kalau memang bukan jodoh ya aku cari yang masih aku suka, misal aku suka matematika juga... aku sempat mau teknik industri, aku juga sempat mau coba STIS, akupun sudah beli bukunya, tapi aku urungkan niatku, karena ada tes lari, aku memutara pikiran cadanganku ke STAN, karena STAN sudah tidak ada tes kebugaran untuk non-bea dan cukai >.<. Oiya saking takutnya tidak mendapatkan univ. aku juga ikut jalur SPAN PTKIN dan aku memilih suatu jurusan di UIN Jakarta dan Jogja.

Hari demi hari, akhirnya waktu pendaftaran SNMPTN, aku niatkan untuksholat istikhoroh terlebih dahulu agar mendapat kemantapan, akhirnya hatiku mantap memilih FK UPN "Veteran" Jakarta sebagai pilihan pertama dan satu-satunya. Aku memilih itu karena menurut MBPJ NF nilaiku berada di grade E, sedangkan FK UPNVJ di grade G. Sebenarnya nilaiku masuk di FK lain seperti FK UIN Jkt, UIN malang, UNSOED, UNILA. Tetapi berhubung aku tidak boleh keluar pulau jawa, dan FK lain di grade E yang pas-pasan dengan nilaiku, akhirnya aku mantap memilih FK UPN.
Dengan penuh harap aku selesaikan pendaftaran ^^, padahal kaka kelasku di MTs yang sekarang kuliah di Komunikasi UI, selalu bilang 'Jangan berharap ke SNM, anggap tidak ada, jadi jika kau gagal, kau akan biasa saja' kurang lebih seperti itu kata-katanya... tetapi bagaimanapun juga kuoata yang tersedia cukup besar, jadi cukup membuatku selalu kepikiran terutama dihari-hari mendekati pengumuman.

Ah sebaiknya ku bahas sola hari-hari itu nanti saja, mari kita beralih topik hehehe...(guling-guling)
Aku sempatkan ke JCC setelah pulang TO di JIS, bersama beberapa temanku di SMA. Kami kesana untuk mendapat bayangan kira-kira bagaimana kehidupan kami setelah kuliah. Aku tadinya berharap stand UPNVJ masih buka, namun ku lihat, bapak-bapak disana sudah memberes-bereskan standnya.
Ya akupun hanya bisa berfoto disana. Aku pun ketika disana tidak tertarik lagi untuk foto di stand UI, karena kala itu aku sudah memilih jurusan di SNMPTN, dan aku hanya memilih FK UPNVJ, jadi kurasa itu akan menjadi takdirku.

Sewaktu ketika, UI mengadakan Open Days, lalu aku bingung, mau ikut atau tidak. Biasanya aku adalah orang yang paling aktif mempromosikan acara-acara UI, tapi saat itu aku sudah berubah. Akhirnya aku mendaftar sendiri, tanpa memberitahu satu orang pun dari temanku. Aku berpikir untuk sholat dhuha di MUI (Mesjid Ukhwah Islamiyah) yang ada di UI. Akupun melaksanakan sholat dhuha 12 rokaat dengan terkadang sedikit menangis, aku berdoa "Jika memang UI jodohku, bagaimanapun caranya aku akan kembali kesini, ntah itu S2, Spesialis, aku menjadi dosen atau sebagainya. Tetapi jika memang bukan jodohku maka apapun usahaku tidak akan mendapatkannya, dan aku minta diberi keteguhan jiwa :)". Masuk ke Balairung ternyata aku malah bertemu temanku dulu di MTsN 8 Jakarta hehe... dan juga bertemu beberapa teman di SMA, namun aku tetap bersama teman lamaku. UI kembali mengadakan acara di Balairung, yaitu SBMPTN Info Day. Aku pun datang untuk mendapat informasi seputar sistem baru penilaian SBM. Tetapi yang aku cari malah tidak ku dapat. Tetapi aku senang, karena dapat menyempatkan diri ke stand UPNVJ yang ada disana dan ikut mengantri mengambil brosur. Ku lihat didalamnya ada brosur SNM yang berwarna hijau, aku mendapat firasat baik, bhwa aku juga akan medapat hijau ketika pengumuman SNMPTN.

Akhirnya hari pengumuman SNMPTN pun tiba, aku sudah menunggu dari pagi, mamaku pun juga sangat antusias, ia selalu saja mengingatkanku, pokonya hari itu aku kuatkan ibadah dengan sangat... kalau tidak salah aku juga sengaja melakukan puasa daud, karena aku yakin doa orang yang berpuasa tidak tertolak, aku juga membaca Quran setiap selesai sholat di masjid -- aku menceritakan hal-hal itu bukan untuk riya', tetapi untuk adik-adik yang akan melihat pengumuman mungkin bisa melakukan hal-hal tersebut-- Setelah membaca Quran setelah sholat ashar, ternyata masih ada waktu 1jam sebelum pengumuman, ku lanjutkan keambisanku, yaitu belajar dengan zenius ^^. Sampai aku melupakan waktu SNMPTN, dan mamaku pun yang akhirnya mengingatkanku.
Tanpa keraguan aku memberanikan diri untuk membukanya bersama mamaku... aku selalu ingin melihat mamaku meneteskan air mata karena bangga melihat keberhasilan anaknya, dan itu yang selalu menjadi doaku. Ku siapkan beberapa tab, kubuka banyak laman mirror, antisipasi apabila error.
Perlahan ku scroll down, ya HIJAU PUN TAMPAK SANGAT INDAH  Alhamdulillah aku lulus SNMPTN 2018 di Kedokteran - Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta. Ya aku saat itu sangat terharu, mamaku juga, aku langsung sujud syukur, setelah itu ku peluk mamku dan ku cium pipi dan keningnya. Itu adalah hari paling bersejarah dalam hidup kami. Betapa besar kasih Allah, yang mungkin sering kali ku lupakan. Dari situ aku selalu ingin membagikan kisahku ini, terutama kepada adik-adik kelasku :').



Semoga ceritaku ini dapat menjadi inspirasi bagi siapapun yang membacanya.


note: Aku cantumkan 3 sertifikat yaitu:
Juara 3 Debat PAI tk. Kota, Juara 1 Cerdas cermat islami tk. Kota, Juara 3 lomba essay tk. Sekolah

Komentar

  1. Silahkan tinggalkan komentat apabila ada yang ingin ditanyakan, atau bisa dm lewat instagram @itenkoi

    BalasHapus
  2. Masya Allah :)
    Sangat menginspirasi :)
    Sukses terus paa 😊😊😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waa makasih ya anakku^^
      Semoga akmal juga selalu sukses
      Aamiin...

      Hapus
  3. Sungguh menginspirasi
    Saya sampai meneteskan air mata saking terharunya...... :)
    Semoga kesuksesan dan keberhasilan selalu menyertai kakak :) ✊✊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih telah membaca. Semoga dpt menyusul ya alvianto

      Hapus
  4. Makasih Kak Tenkoi sudah ngeshare cara belajarnya🙏. Aku jadi termotivasi untuk UTS aku yang pertama di perkuliahan. Walaupun aku sempat down, karena merasa salah jurusan. Dari cerita kak Tenkoi aku sadar kalau jurusan apapun itu yang penting orang yang menjalaninya, dengan niat, usaha, dan doa. Kak Tenkoi sukses terus ya! Kalau bisa kita meet up fans club #TENKOINISME🤠

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer